Virus Corona Membuat Bisnis dan Ekonomi Indonesia Goyah


UKMWIRAUSAHAPNUP.ORG - Dampak virus corona terhadap kehidupan kita makin mengkhawatirkan. Pasalnya, virus dengan nama resmi COVID-19 ini telah menyerang 171 ribu jiwa dan menyebabkan 6,5 ribu kematian secara global! 

Berawal dari provinsi Wuhan, Tiongkok, virus corona kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia. Saat ini Eropa menjadi wilayah dengan penderita corona tertinggi setelah Tiongkok.

Indonesia pun gak kebal virus, buktinya sudah ada 134 kasus positif corona per 15 Maret 2020. Menurut Badan Intelijen Negara (BIN), puncak pandemi ini bakal terjadi di bulan Ramadan. 

Pemerintah sudah menghimbau kita buat social distancing alias mengisolasi diri di rumah kalau gak perlu-perlu amat ke luar, supaya virus gak makin cepat tersebar. Beberapa masyarakat bahkan mendesak pemerintah buat menetapkan lockdown di daerah rawan seperti Jakarta.

Berbagai aspek yang disebutkan tadi secara langsung dan gak langsung berefek pada sektor bisnis dan ekonomi, lho! Sejauh mana sih imbasnya?

Dampak virus corona terhadap sektor bisnis

Berikut ini Lifepal sajikan informasi tentang sektor bisnis yang paling terkena imbas corona.

1. Pariwisata

Bisa dibilang sektor pariwisata adalah yang paling terdampak atas merebaknya virus corona. Pasalnya, masyarakat global enggan liburan ke luar wilayahnya karena takut tertular. 

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan, okupansi atau perbandingan banyak orang menginap dengan kapasitas kamar hotel bintang pada 2020 anjlok ke angka 30 persen saja! Padahal, prediksi tahun lalu masih di angka 53 persen.

Bahkan Bali sebagai salah satu destinasi utama Indonesia juga kehilangan banyak pengunjung dengan okupansi mencapai level 20 persen. Artinya, ada 80 persen kamar hotel kosong.

Dilansir dari Tirto, penurunan secara drastis jumlah wisatawan luar negeri itu berimbas pada kesulitan pengusaha membayar para pekerjanya. Akhirnya, beberapa pegawai hotel (terutama daily workers) terpaksa dirumahkan oleh manajemen demi menjaga cash flow perusahaan.

Selain itu, sektor penerbangan juga mengalami imbas signifikan. Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memperkirakan total kerugian maskapai penerbangan secara global sebesar Rp1.606 triliun apabila pandemi corona terus berjalan. Beberapa maskapai di Eropa pun terancam gulung tikar. 

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Direktur Utama Angkasa Pura II (AP II) Awaluddin mengatakan bahwa dampak virus corona terhadap rute penerbangan domestik gak begitu terasa. Namun, memang rute penerbangan internasional mengalami penurunan.

2. Hiburan

Selain beberapa pusat hiburan ditutup, pengunjung pusat perbelanjaan juga turut sepi. Dilansir dari Detik, pengunjung mal di seluruh Jakarta per 14 Maret 2020 turun drastis hingga 50 persen dari biasanya.

Di samping pengelola mal, virus corona juga berimbas pada penurunan bisnis di sektor retail, misalnya PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAP). Direktur MAP Handaka Santosa mengatakan bahwa pengunjung SOGO, salah satu tenant milik MAP, mengalami penurunan pengunjung sebanyak 10 persen.

3. Perdagangan

Perdagangan adalah salah satu sektor yang terkena imbas cukup besar dari virus corona karena kebanyakan suplai bahan baku berasal dari Tiongkok.  Ketua Kebijakan Publik Apindo/ Wakil Ketua Umum PHRI Sutrisno Iwantono mengatakan bahwa nilai impor mengalami penurunan sebesar USD231,6 juta atau 1,6 persen.

Misalnya pada industri tekstil, stok bahan baku hanya tersedia sampai Maret 2020 dan pengiriman stok selanjutnya masih menunggu keputusan dari Tiongkok. Hal ini bakal berpengaruh ke ekspor tekstil nasional.

4. Farmasi

Sama seperti industri perdagangan, mayoritas bahan baku untuk industri farmasi adalah hasil impor dengan nilai USD2,5,-2,7 miliar per tahun. Sebanyak 60 persen di antaranya berasal dari Tiongkok.

Namun, produksi barang farmasi masih berjalan normal hingga kini. Menurut Pimpinan Dexa Group, salah satu produsen farmasi terbesar di Indonesia, ketergantungan industri terhadap bahan baku impor bisa ditekan jika pemerintah menerapkan aturan kandungan minimal bahan baku dalam negeri.

5. E-commerce

Per 26 Februari 2020, virus corona gak berdampak secara signifikan terhadap penjualan e-commerce. Dilansir dari Kompas, beberapa marketplace seperti Shopee dan Bukalapak mengaku transaksi ekspor maupun impor berjalan normal, meskipun ada sedikit keterlambatan barang. Namun, kendala itu masih bisa ditolerir.

Sementara itu di belahan dunia lain, pendapatan e-commerce asal Tiongkok Alibaba mengalami penurunan pendapatan akibat virus corona. Permintaan barang supermarket memang melonjak, akan tetapi pemenuhannya terlambat karena ada pengunduran jam kerja.

Dampak virus corona terhadap ekonomi Indonesia

Pergerakan setiap sektor bisnis saling berpengaruh terhadap ekonomi Indonesia secara makro. Lantas, dengan terpukulnya beberapa sektor bisnis, hal ini bakal menjadi tantangan bagi ekonomi nasional.

Dilansir dari Detik Finance, perekonomian Indonesia diprediksikan bakal lebih rendah daripada tahun sebelumnya. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) mencatat proyeksi ekonomi RI turun jadi 5,1-,5,5 persen dari 5,0-5,4 persen. 

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa sumber ekonomi harus diperkuat agar ekonomi nasional kuat menghadapi dampak virus corona. Pasalnya, proyeksi terkini industri pariwisata memang merugi hingga Rp21 triliun. Potensi kerugian tersebut dipertimbangkan karena berkurangnya turis Tiongkok. Padahal biasanya mereka menghabiskan USD1.100 atau sekitar Rp16 juta sekali berkunjung ke Indonesia. 

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira turut memprediksi bahwa Indonesia bakal mengalami kerugian ekonomi sebesar Rp127 triliun dengan pertumbuhan hanya 4,5 persen sebagai imbas dari pandemi Covid-19.

Indef mengukur laju pertumbuhan tersebut berdasarkan relasi ekonomi Indonesia-Tiongkok. Setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi Tiongkok, Indonesia terpengaruh 0,3 persen.

Bhima khawatir virus corona akan mempercepat potensi resesi yang sudah diramalkan sejak tahun lalu. Berdasarkan BPS, pertumbuhan ekonomi memang sudah turun sepanjang 2019; dari 5,07 pada kuartal I menjadi 4,97 pada kuartal II.

Selain itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kerap melemah dari 6,58 persen ke 5,136 persen pada pertengahan Maret. Juga nilai rupiah yang diramalkan bakal turun ke angka Rp15 ribu per USD. 

Apa yang dilakukan pemerintah?

Buat mengantisipasi dampak ekonomi tersebut, pemerintah melakukan stimulus ekonomi melalui insentif Rp10,3 triliun pada Februari 2020. 

Dilansir dari CNN Indonesia, dana tersebut digunakan buat penambahan tunjangan kartu sembako dari Rp150 ribu menjadi Rp200 ribu per bulan untuk 6 bulan ke depan. Kebijakan ini menghabiskan anggaran Rp4,56 triliun.

Kemudian, pemerintah memberikan diskon tiket pesawat sebesar 30 persen untuk 10 destinasi utama dengan alokasi dana Rp443,39 miliar, juga Rp72 miliar yang digelontorkan untuk influencer dalam langka menarik wisatawan luar. 

Sebesar Rp103 miliar digunakan buat kegiatan pariwisata, yang terdiri dari Rp25 miliar promosi serta Rp98,5 miliar untuk agen perjalanan dan maskapai penerbangan. 

Pemerintah berencana akan merilis insentif jilid kedua yang diperuntukkan ekspor-impor dan penundaan pajak penghasilan. 

Apa yang bisa kita lakukan?

Sementara pemerintah sedang melakukan perannya, kita juga bisa lho membantu menekan dampak virus corona terhadap bisnis dan ekonomi Indonesia. Cara paling mudah adalah dengan gak menimbun barang-barang pokok seperti sembako. 

Kalau kita timbun, barang tersebut bisa menjadi langka dan harganya naik. Sehingga, orang-orang dengan penghasilan terbatas bakal kesulitan membelinya.

Tenang saja, pemerintah berjanji untuk tetap menjaga stok barang kok! Beli seperlunya saja ya.

Selain itu, sebisa mungkin kita gak datang ke tempat ramai buat terhindar dari penularan virus. Kalau angka infeksi corona menurun, nantinya ekonomi bisa membaik lagi. 

Yang pasti, jaga juga kesehatan kalian dengan makan makanan bergizi dan olahraga ya! Semoga pandemi ini cepat berlalu sehingga perekonomian Indonesia dan global secara keseluruhan dapat pulih kembali.


Tidak ada komentar