Lagi Viral , Yuk Intip Peluang Usaha Es Kepal Milo


Apakah Anda sudah pernah mencicipi es kepal Milo? Minuman yang berasal dari negeri jiran ini sedang naik daun di kalangan anak muda. Es kepal Milo merupakan es serut yang dipadatkan. Lalu, diguyur lelehan coklat dan Milo pekat, sehingga menciptakan rasa dingin dan manis yang pas di lidah. Sangat pas disesap saat cuaca sedang terik.
Melihat ini sebagai peluang, Emanuel Agung Kurniawan membuka gerai Es Kepal Milo Viral, Maret 2018 lalu. Gerai pertamanya ada di Jakarta Pusat.
Tak perlu menunggu lama, konsumen segera menyerbu. Dalam sehari, Agung bisa menjual 500 porsi es kepal. Bahkan, hanya dalam hitungan hari, dia sudah membuka 40 cabang Es Kepal Milo Viral. Agung menawarkan kemitraan gerainya.
Lokasinya tersebar, mulai dari Jabodetabek. Namun, tak hanya di seputar ibukota saja, kini gerainya sudah merambah ke Surabaya, Sidoarjo, hingga Batam. Seluruh gerai ini bisa menjual rata-rata 300 porsi per hari.
Es kepal Agung dijual Rp 15.000 per porsi untuk ukuran 350 ml dan Rp 20.000 per porsi untuk ukuran 500 ml. Saat ini menu yang dijual baru satu yaitu es kepal Milo original dengan tambahan topping Oreo dan kacang mede tumbuk.
Asal tahu saja, sebelum membuka gerainya, Agung menyempatkan belajar ke Malaysia. Di sana, ia mempelajari cara pembuatan lelehan Milo. Setelah mendapat formula dan cara yang pas, dia kembali ke tanah air dan membuka usaha ini.
Agung mengatakan, menu ini sudah sebulan selalu menjadi topik pembicaraan warga dunia maya. Maklum, unggahan para food blogger dan netizen membuat menu ini viral secara cepat.
Pemain lainnya adalah pasangan suami istri Riana Widya dan Novalino asal Yogyakarta, yang juga membuka usaha sejenis dengan nama Es Kepal Milo Yogyakarta. Baru membuka gerainya satu minggu, dia sudah kebanjiran konsumen. Dalam sehari, dia mengklaim dapat menjual ratusan porsi es kepal.
Konsumennya tak hanya datang langsung ke gerai tapi juga melakukan pemesanan melalui ojek online. Untuk menjaga es tetap awet dan tidak encer saat diterima pelanggan, dia membuat kepalan es yang padat disesuaikan dengan kemasan. "Ini menjaga agar es tetap awet selama dalam perjalanan menuju tangan konsumen," kata Nova.
Untuk harganya dipatok Rp 15.000 per porsi. Ada lima varian menu yang dapat dijadikan pilihan. Beberapa diantaranya adalah es kepal Milo original, es kepal Milo alpukat, dan es green tea.
Sama dengan pemain sebelumnya, dia belajar secara autodidak melalui tutorial di Youtube dan bertanya kepada temannya di Malaysia tentang proses melelehkan Milo. Agar tampak berbeda, dia menambahkan bahan tambahan untuk membuat tampilan beda dan rasa lebih lezat.
Muncul Pemain Baru
Seperti bisnis kuliner lainnya, ketika naik daun pasti akan mengundang banyak pemain baru. Begitu pula dengan bisnis es kepal, pemain baru dengan cepat bermunculan.
Namun, Emanuel Agung Kurniawan, pemilik Es Kepal Milo Viral menilai usaha es serut ini tergolong bisnis musiman. Meski begitu, dia optimis usahanya bakal terus berjalan mengingat memasuki musim kemarau dan menjelang bulan Ramadhan.
Apalagi, merek Milo sudah sangat dikenal pasar. Alhasil, es kepal milo ini mudah diterima pasar. Maklum, bisnis ini booming baru sebulan lalu.
Munculnya pemain baru pun mendorong Agung untuk konsisten menjaga kualitas produknya supaya pelanggan tak berpaling. Dia menggunakan 100% lelehan coklat Milo asli yang dibuatnya sendiri. Meski hasilnya tidak sepekat coklat lelehan pemain lainnya rasa khas Milo menjadi andalannya.
Hampir dua bulan menjalankan usaha tidak ada kendala yang berarti yang dihadapinya. Hanya, masalah waktu pengiriman bahan baku kepada konsumen . "Mereka (mitra) selalu meminta repeat order bahan baku mepet, sedangkan saya butuh proses dan waktu untuk pengirimannya," katanya.
Tak jauh berbeda, pasangan suami-istri Riana Widya dan Novalino pemilik Es Kepal Milo Yogya menilai usaha dessert ini mempunyai potensi usaha yang bagus serta masih bisa bertahan menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran. Rasanya coklat yang manis sangat pas untuk mengusir dahaga saat berbuka puasa.
Baru dua minggu membuka usaha, pembeli sudah membanjir. Bahkan, mereka kewalahan memenuhi setiap pembelian. "Kami benar-benar tidak menyangka respon konsumen akan sebesar ini, kami cukup kewalahan karena tidak ada karyawan yang membantu," katanya.

sumber : www.neraca.co.id

Tidak ada komentar